"Baru kali ini, Indonesia mampu membawa isu yang mampu bertahan selama 9 jam di trending topic Twitter, mengalahkan peluncuran IPad dari Apple Inc."
Juni 2010 lalu Indonesia dihebohkan dengan munculnya video porno mirip artis Ariel dan Luna Maya. Namun, sampai saat ini vokalis band Peterpan dan icon XL tersebut belum mengakui bahwa mereka adalah pelaku dalam video tersebut. Ternyata rumors yang ada terus berkemabnag, bahkan dikabarakan masih banyak lagi video-video serupa yang diperankan ariel dan pacar-pacarnya yang lain.
Hal ini terjadi sebagai ekef negatif dari kemajuan teknologi. Hanya dalam hitungan menit berita dan video tersebut menyebar dan mudah diakses oleh pengguna internet di seluruh dunia. Banyak rumor berkembang menyebutkan bahwa masih banyak koleksi pribadi ariel yang berpindah tangan dan sampai saat ini belum diekspos ke dunia maya.
Secepat reputasi ariel naik ketika masuk ke dunia musik, secepat itu pula namanya akan terpuruk, akibat beredarnya video porno itu. Jika terbukti bahwa Ariel memiliki 32 koleksi video porno seperti yang diberitakan, maka Ariel berhak mendapatkan rekor Muri sebagai artis dengan video porno terbanyak.
Seiring dengan ramainya trending topic di jejaring social twitter mengenai video porno Ariel, nama Ariel inipun kini mendunia. Bahkan, salah satu artis porno terkenal dari Jepang, Miyabi, menantang Ariel untuk bermain dalam satu film.
Apa yang dilakukan Ariel menunjukkan kebobrokan moral para artis Indonesia. Bahkan beberapa kalangan mengkhawatirkan ini sebagai awal maraknya perilaku bejat masyarakan pada zaman Nabi Luth. Bagi Ariel, apa yang dilakukannya tidak hanya mengakibatkan hujatan dari masyarakat, bahkan pintu neraka sudah menantinya.
(ditulis oleh secara gotong royong oleh peserta training BKW TOP Academy Batch 2)
Selasa, 03 Agustus 2010
Senin, 29 Maret 2010
Engkau Masih Baik
Engkau seperti guci antik di rumahku
Kurawat engkau semampuku
Kujunjung kehormatan keindahanmu
Tapi di belakangku
Engkau seperti toples kue
Haruskah berlanjut kujunjung kehormatanmu
Engaku (mungkin) baik hati
Mungkin engkau tak seburuk yang kupikirkan
Engkau memiliki berjuta kebaikan
Buruk dan baik Cuma masalah subyek penilai
Engkau pastilah baik buatmu, buat para pemujamu
Buat tetangga-tetanggamu, buat teman malammu
Tapi belum baik buatku
Atau aku harus sepertimu, biar aku mampu melihatmu baik
Kurawat engkau semampuku
Kujunjung kehormatan keindahanmu
Tapi di belakangku
Engkau seperti toples kue
Haruskah berlanjut kujunjung kehormatanmu
Engaku (mungkin) baik hati
Mungkin engkau tak seburuk yang kupikirkan
Engkau memiliki berjuta kebaikan
Buruk dan baik Cuma masalah subyek penilai
Engkau pastilah baik buatmu, buat para pemujamu
Buat tetangga-tetanggamu, buat teman malammu
Tapi belum baik buatku
Atau aku harus sepertimu, biar aku mampu melihatmu baik
Main Hati
Jangan merasa bersalah
Jika kau baca banyak luka di kisahku
Jadilah dirimu sebelum ini
Yang tak pernah bermain hati
Untukku dan puluhan temanmu
Jika kau baca banyak luka di kisahku
Jadilah dirimu sebelum ini
Yang tak pernah bermain hati
Untukku dan puluhan temanmu
Pintu dan Jendela
Sejak aku lahir
Aku telah menutup pintu diriku sekuat aku mampu
Tapi rusaknya diriku
Karena engkau telah membukakan jendela
Membawa debu hitam menempel di dalam diriku
Apatah guna sekarang masih kubiarkan pintuku tertutup
Aku telah menutup pintu diriku sekuat aku mampu
Tapi rusaknya diriku
Karena engkau telah membukakan jendela
Membawa debu hitam menempel di dalam diriku
Apatah guna sekarang masih kubiarkan pintuku tertutup
Datanglah Cinta Baru
Datanglah engkau wahai pribadi baru
Mendekatlah padaku
Aku telah rindu padamu
Engkaulah pemilik cinta sejatiku
Yang menantiku, kunantimu
Engkau lah pemilik sejuta puisiku
Yang membenarkan kisah-kisah sejati tentang cinta
Yang mengimani puisi-puisi romantisku
Datanglah mendekati wahai pribadi baru
Masih ada sejuta puisi dan kisah romantic untukmu
Kan kuhidangkan apapun yang kau mau
Karena kau cinta sejatiku
Penyelamat keyakinanku
Bahwa akan selalu ada satu cinta sejati untuk setiap umat
Mendekatlah padaku
Aku telah rindu padamu
Engkaulah pemilik cinta sejatiku
Yang menantiku, kunantimu
Engkau lah pemilik sejuta puisiku
Yang membenarkan kisah-kisah sejati tentang cinta
Yang mengimani puisi-puisi romantisku
Datanglah mendekati wahai pribadi baru
Masih ada sejuta puisi dan kisah romantic untukmu
Kan kuhidangkan apapun yang kau mau
Karena kau cinta sejatiku
Penyelamat keyakinanku
Bahwa akan selalu ada satu cinta sejati untuk setiap umat
Sakit Hatiku
JIka kau ingin tahu betapa sakitnya hatiku
Cobalah ke batu hiu
Cabutlah seruas pandan berduri terbesar di sana
Masukkan sedepa ke liang hatimu
Lalu kau iris hatimu pelan-pelan
Biarkan durinya lepas satu-satu dan bersarang di sana
Teruslah bergerak pelan-pelan
Sampai enam purnama berlalu
Jika kau ingin tahu betapa sakitnya hatiku
Kubur saja keinginanmu
Karena kau takkan mampu merasakannya
Cobalah ke batu hiu
Cabutlah seruas pandan berduri terbesar di sana
Masukkan sedepa ke liang hatimu
Lalu kau iris hatimu pelan-pelan
Biarkan durinya lepas satu-satu dan bersarang di sana
Teruslah bergerak pelan-pelan
Sampai enam purnama berlalu
Jika kau ingin tahu betapa sakitnya hatiku
Kubur saja keinginanmu
Karena kau takkan mampu merasakannya
Aku tak marah padamu
Aku tak pernah cemburu kau memilih orang lain
Aku sadar, aku tak kan mampu diperbandingkan dengan puluhan orang
Aku hanya menyesalkan tujuh purnama berlalu jauh dari harapku
Mungkin tak sepenuhnya salahmu
Aku yang terlalu emosi mencinta
Hingga tak lagi nalarku terlibat
Baru kutahu Engkau jauh dari berhak atas cintaku
Tapi, Engkau telah sita waktuku
Hingga aku tak lagi mungkin merasakan cinta sejati
Cinta dalam puisi dan kisah yang kutulis untukmu
Yang engkau bilang menyukainya
Mungkin karena engkau bisa mentertawakan kenaifan kisah cinta yang kuimpikan
Aku tak pernah marah padamu karena kau memilih orang lain
Aku hanya marah atas diriku yang begitu bodoh menerimamu
Aku sadar, aku tak kan mampu diperbandingkan dengan puluhan orang
Aku hanya menyesalkan tujuh purnama berlalu jauh dari harapku
Mungkin tak sepenuhnya salahmu
Aku yang terlalu emosi mencinta
Hingga tak lagi nalarku terlibat
Baru kutahu Engkau jauh dari berhak atas cintaku
Tapi, Engkau telah sita waktuku
Hingga aku tak lagi mungkin merasakan cinta sejati
Cinta dalam puisi dan kisah yang kutulis untukmu
Yang engkau bilang menyukainya
Mungkin karena engkau bisa mentertawakan kenaifan kisah cinta yang kuimpikan
Aku tak pernah marah padamu karena kau memilih orang lain
Aku hanya marah atas diriku yang begitu bodoh menerimamu
Langganan:
Komentar (Atom)